Rouge In Love (by MichellePhan)
This is an advertisement for Lancome new lipsticks. But this is way too sweet. Or maybe I’m the one who’s too hopeless.
Gue bukan orang yang suka kepo, buka-buka facebook atau timeline orang lain tanpa tujuan yang pasti atau sekedar pengen tau itu nggak gue banget. Maksudnya, ya buat apa sih buang-buang waktu cuma buat nyari tau sesuatu yang nggak penting-penting banget. Sukur-sukur kalo yang lo liat atau baca bikin seneng, lah kalo malah bikin kesel? Jadi galau sendiri kan.
“Kepo itu udah kebutuhan, Dib. Jaman sekarang nggak kepo ya ketinggalan kereta lah kita!”
Gue pengen banget balik ke jaman-jaman SMP atau SMA awal, waktu blackberry atau smartphones belum booming. Waktu social media paling kece cuma friendster, waktu telpon umum masih banyak dimana-mana, waktu untuk sekedar sms aja harus mikir ulang karena tarifnya yang masih 350 perak per sms. Nggak ada kelebihan informasi, nggak ada bm nggak penting, nggak ada perasaan terpaksa harus online cuma supaya nggak ketinggalan berita.
Emang sih kalo dibandingin sama sekarang rasanya jaman SMP-SMA awal itu nggak efisien banget. Nggak shopisticated.
Dulu ya, mau pdkt aja modalnya gede. Pulsa buat sms dan telpon diitung banget. Sekarang? Modal paket bbm+social media 100 ribu perbulan aja lo udah bisa pdkt sama banyak orang sekaligus. Terus bandingin lagu-lagu cinta jaman dulu, macem Surat Cinta atau Papa Alpha Charlie Alpha Romeo sama lagu-lagu jaman sekarang yang isinya facebook atau bang sms siapa ini bang *jdug* Tapi di jaman-jaman itu juga gue ngerasa lebih menghargai informasi. Kayak katanya mas Adityoga, “sesuatu yang kita dapat dengan mudah itu cenderung kurang kita hargain.”
Dulu waktu SD guru gue ngasih tugas buat ngirim kartu pos tahun baru ke semua temen sekelas, harus lewat pos pake perangko lengkap sama alamat, padahal temen-temen di kelas gue sebagian besar tinggal di komplek yang sama sama gue. Lucu sih kalo ingetnya, ngebayangin gue nunggu-nunggu pak pos lewat buat sekedar nanya ada kartu pos buat gue apa nggak. Hihi, nostalgic.
Sekarang yang ada orang-orang nggak lagi menghargai pesan singkat, saking murahnya. Orang-orang nggak lagi menghargai informasi, saking gampangnya didapet. Yang ada malah banyak orang bikin hoax yang heboh, saking gampangnya berita nyebar.
Jujur deh, siapa yang pernah sakit hati sendiri gara-gara ngekepoin timeline mantan? Siapa yang pernah galau gara-gara liat recent update gebetan yang ternyata balikan sama mantannya? Atau siapa yang pernah kesel ngeliat status facebook si anak ber-IPK 4 yang mamerin IPnya lagi?
Gue nyinyir banget nih ya, padahal gue juga pengguna blackberry dan masih sangat tergantung sama yang namanya internet. But sometimes I feel like drowning. Terlalu banyak informasi tersedia, bikin gue pusing sendiri. Karena itu juga gue sangat merasakan efek buruk dari kelebihan informasi ini. Kadang kita jadi tau hal-hal yang sebaiknya nggak usah kita tau, kita nggak bisa lagi menyortir informasi, singkatnya ya kita jadi kecanduan informasi padahal nggak semua informasi baik buat kita. Karena alasan di atas itulah, gue me-non-aktifkan recent updates di bbm gue, meng-hide aplikasi ubersocial dan mendelete aplikasi facebook di hp gue.
Demi hidup yang lebih tenang, mendingan belajar untuk nggak peduli, daripada kepo sana sini - @aMrazing
| — | D.R |
Through the Lens of Adam Young: Part 2 (by owlcity)
:”)
Dulu kalo ketemu kamu, rasanya kaya ada kupu-kupu di perut saya. Geli. Pengen senyum terus bawaannya.
Sekarang, masih kaya ada kupu-kupu sih. Tapi saya baru sadar, sayapnya itu sebenarnya silet. Tajam, melukai lambung, hati, dan jantung. Si kupu-kupu juga gigit paru-paru saya sampe saya susah nafas. Sial.
Dulu kalo saya liat kamu itu rasanya kaya disiram air. Fresh. Segar.
Eh, sekarang masih kaya disiram air sih, tapi air keras. Bikin hati jadi beku, mati rasa, bahkan mati raga.
Dulu kalo saya ngobrol sama kamu itu rasanya seru, unlimited topic.
Sekarang, boro-boro. Denger suara kamu dari jauh aja rasanya pengen tutup kuping. Ganggu, kaya suara ultrasonik. Bikin sakit kepala. Males.
Sebenernya, saya bingung. Mungkin saya sekarang lagi berhalusinasi. Mungkin emang sebenernya ga ada yang berubah, kaya kata kamu. Semua baik-baik aja, cuma imajinasi saya aja berlebihan.
Tapi saya jadi wondering, yang ilusi itu sebenernya sekarang atau dulu?
Mungkin dari dulu yang ada itu emang kupu-kupu bersayap silet, air keras, dan suara ultrasonik. Sayanya aja yang bego, baru sadar sekarang. Kasian.
TEASER PERAHU KERTAS (by StarvisionPlus)
Ini super wajib nonton banget! <3
Pernah mengalami ‘bentrok pendapat’ dengan orang tua tentang pilihan kamu buat masuk jurusan IPA/IPS di SMA? Jurusan ‘berbau sosial’ di perkuliahan yang katanya ‘gak bikin makmur’? ‘Gak dianggap’ sama teman-teman karena kamu memeluk agama minoritas, karena kamu laki-laki yang suka koleksi gantungan kunci warna pink, diputusin pacar karena kamu gak mau bayarin makan malam, karena kamu gendut, karena kamu……..
Ehem. Memangnya salah ya, kalau kita sebagai orang muda menentukan pilihan kita sendiri? Memangnya kita gak boleh jadi berbeda? Apakah karena kita ‘gak umum’ jadi boleh dihina sampai dapat perlakuan kasar? Bukannya kita manusia yang segala Hak-Haknya sudah diakui berdasarkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM)sejak tahun 1948?
Ketika mendengar kata Hak Asasi Manusia, sebagian anak muda berpendapat kalau isu ini hanya dibicarakan di kalangan orang tua saja. Hak Asasi Manusia itu terkesan ‘berat’, ‘barat’ dan jauh dari kehidupan anak muda. Eits, kalau benar begitu, lalu contoh kejadian sehari-hari diatas itu apa dong?
Emosi yang belum cukup stabil dan didukung dengan kondisi fisik yang kuat membuat anak muda sangat rentan melakukan tindak kekerasan terhadap anak muda lainnya. Di mulai dari kekerasan verbal seperti mengolok-olok, meremehkan, mencibir, meneror bahkan sampai melakukan kekerasan fisik seperti menampar atau memukuli. Hal ini dilakukan anak muda semata-mata untuk menunjukkan kekuasaannya dihadapan anak yang lebih lemah. Tindakan ini ternyata masuk ke dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia. Nah lho, jadi Hak Asasi Manusia lagi kan? Huehehehe :P
Makanya, biar gak makin runyam mikirin Hak Asasi Manusia yang udah tertera di Undang-Undang Dasar Republik Indonesia No.39 Tahun 1999 begini, mending kamu ikutan Pre-Conference Youth Rights Festival 2012 aja! Keterangan lengkapnya baca dibawah ini ya :D
Youth Rights Festival adalah sebuah rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Youth for Humanity (UNITY) bekerjasama dengan British Council Global Changemakers program yang mengajak 15 orang muda untuk lebih mengenal HAM dan menjadi The Youthful Human Rights Defender!
Rangkaian kegiatan Youth Rights Festival dimulai dari Training HAM dan Anak Muda, Mini-Conference, dan Roadshow yang akan berlangsung dari Juni 2012 hingga Maret 2013 dengan deskripsi sebagai berikut:
- Setelah lolos dari seleksi berkas, calon peserta akan melalui proses wawancara yang akan diadakan pada tanggal 16 Juni 2012 di Jakarta (detail tempat menyusul)
- Lima kali pertemuan Training HAM dan Anak Muda bagi peserta terpilih yaitu 29 Juni-1 Juli dan 5-6 Juli 2012 bertempat di Jakarta dan bersifat Gratis (detail tempat menyusul)
- Roadshow ke Sekolah Menengah Atas (dan sederajatnya) dan Universitas di Bodetabek yang diadakan sesuai dengan tanggal yang disepakati oleh seluruh peserta setelah Training berlangsung. Roadshow diadakan dengan jadwal rentang waktu antara Juli hingga September 2012.
- Youth Rights Festival (Mini Conference) pada tanggal 8 Desember 2012, sebagai salah satu bentuk perayaan Hari HAM Internasional
Calon peserta Training Youth Rights Festival harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini:
- Siswa Sekolah Menengah Atas (dan sederajat)/mahasiswa berusia 16-21 tahun yang berdomisili di Jabodetabek
- Tertarik dengan isu Hak Asasi Manusia dan Anak Muda
- Dapat mengikuti serangkaian kegiatan dari Training serta menjadi tim pelaksana roadshow ke beberapa sekolah di Jabodetabek yang dimulai dari Juni - September 2012.
- PASTINYA…
- MENGISI FORMULIR! Klik —> DISINI dan isi yang LENGKAP sebelum 15 JUNI 2012 ya :)
Bagi peserta yang lolos seleksi, akan dikontak langsung oleh pihak panitia melalui telepon, email dan/atau akan diumumkan melalui blog resmi Youth Rights Festival dan di Twitter@youthrightsfest
TUNGGU APALAGI? DAFTAR SEGERA :D
_______
CONTACT US
Email: youthrightfest@gmail.com
Twitter: @youthrightsfest
CONTACT PERSON
Shintya: 08561343723
Funnur: 08568991243
Ninies: niniesgreeners@gmail.com





