Diba Safitri's

  • Random
  • Archive
  • RSS
  • Ask me anything

COUNSELLING BLOG: 10 Easy Ways to Brighten Someone’s Day

onlinecounsellingcollege:

1. Send them an encouraging text or message.

2. Give them some home-baked cookies or some beautifully packaged chocolates.

3. Send them a card, or leave a handwritten note on their desk.

4. Offer to do something for them, or to help them with something they are struggling with.

5. Pay them a (genuine) compliment.

6. Thank or praise them in front of others.

7. Notice, and comment on, their effort and hard work.

8. Offer to pay - instead splitting the bill.

9. Show up to something they’re participating in (a sport, musical performance etc)

10. Be upbeat, positive, and try to make them smile.

1, 2, 4, and 9 :)

  • 2 days ago > onlinecounsellingcollege
  • 679
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
You know, maybe we’re only good at brief encounters
Celine - Before Sunset (2004)
  • 3 days ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
View Separately
  • 4 days ago > leilockheart
  • 2946
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Indie, the New Mainstream.

Belakangan ini saya lagi seneng muter-muter soundcloud dan dengerin lagu-lagu dari band indie dibandingkan band-band arus utama. Sampe Depong sama Irfan saya suruh dengerin juga. Sore, Banda Neira, The Trees and the Wild, Payung Teduh, Jirapah, Mr. Sonjaya, Float, Deu Galih, itu-itu lah pokoknya. Saya suka band indie, karena apa ya? Karena liriknya suka bikin mikir, bikin nebak-nebak, nggak kayak band-band arus utama yang ceritanya cinta lagi cinta lagi dan bikin makin nggak paham. Musiknya juga somehow lebih catchy. Yah tapi saya sih cuma sekedar penikmat, bukan pemerhati apalagi ahli.

Ini link-link ke band-band indie favorit saya :)

Payung Teduh
Sore
Banda Neira (Lagu favorit saya: Hujan di Mimpi)
Jirapah
The Trees and the Wild
Float

Serius, kalian harus dengerin mereka oke banget. Sekalian nonton Sunset on the Rooftopnya malesbanget.com deh biar lengkap!

Selamat mendengarkan :)

    • #writings
    • #band indie
    • #Banda Neira
    • #float
    • #sore band
    • #payung teduh
  • 6 days ago
  • 2
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Homeland ♥: mengenang, tanpa mengulang ;)

sheanietyas:

Ada lagulagu yang begitu terputar, ingatan langsung terlempar ke sebuah kenangan. Ada tempat-tempat yang begitu didatangi, pikiran langsung melayang ke sebuah kenangan. Ada wewangian yang begitu terhembus, alam bawah sadar langsung memanggil kenangan. Pada dasarnya kenangan itu mengikuti, begitu kita memutuskan berjalan ke depan.

Ada airmata yang mungkin tumpah, menyesali kenangan yang tidak bisa berulang. Ada senyum lega yang mungkin berburai, mensyukuri kenangan yang akhirnya tercipta. Ada pahit, agar tau rasanya manis. Ada manis, agar tidak lupa bahwa yang ada bukan hanya pahit. Kita punya kenangan, untuk bisa mengambil pelajaran pahitmanis itu. Untuk bisa menemukan pijakan yang cukup mantap dalam melanjutkan perjalanan. Kemana? Kita juga tidak tahu.

Satu semester lalu, bahkan mungkin setahun lalu, ada airmata yang masih tumpah. Ada patahpatah yang meremah, ada pedihpedih yang merajam, hanya dengan mengenang.

Malam ini? Cuma ada senyum lega. Senyum syukur. Senyum bangga. Senyum ikhlas.

Ada halhal yang dibiarkan Tuhan hilang, agar kita menemukan yang baru. Mungkin hal yang lama itu sudah tidak bisa lagi memberi pelajaran, tidak bisa lagi membahagiakan, bukan lagi yang terbaik. Mungkin ada hal baru yang sejak kita belum lahir pun sudah dituliskanNya. Kita akan berpindah. Kita harus bertemu fase demi fase, sebelum sampai pada tujuan akhir. Dan kita harus punya kenangan, mau pahit mau tidak, yang penting kita punya sesuatu untuk dikenang. Untuk dipelajari.

Pada akhirnya semua hanya masalah waktu. Bukan masalah sudah berpengganti atau belum. Pada akhirnya kita butuh jeda, entah panjang entah pendek, untuk menerima bahwa tidak ada kenangan yang bisa berulang. Untuk meyakini bahwa cara Tuhan mengambil kenangan dan tidak mengizinkannya berulang itu berarti bukti bahwa Tuhan sayang. Bahwa kita tidak boleh memakan labi roti yang sudah berjamur. Bahwa untuk tahu akhir kisah berseri, kita harus membeli seri baru setelah selesai membaca satu seri, karena mengulangulang seri yang sama tidak akan membawa pada akhir apaapa.

Pada akhirnya, luka butuh waktu untuk pulih, dengan atau tanpa obat.

Akan sampai juga waktunya, dimana mengenang itu melegakan. Semacam pengingat syukur, berterimakasih pada setiap kesempatan Tuhan yang sudah membiarkan kita menemukan. Yang sudah membuat kita kehilangan. Akan sampai juga waktunya kita menikmati setiap mengenang, tidak lagi berharap terulang, dan justru berterimakasih karena sudah hilang sekalian dan tidak kembali lagi. Waktunya akan sampai. Tinggal bagaimana sikap menghadapinya sejak sekarang, mau mulai ikhlas dan realistis atau tidak..

Karena toh semua kenangan itu pada dasarnya indah. Yang membuatnya berubah rasa hanya masalah tidakbisa berulangnya. Terlalu banyak orang lupa bahwa keindahan itu tidak abadi. Kalau indah terus, kapan kita belajar? Dan yang membuat penerimaan atas fakta bahwa kenangan tidakbisa berulang itu hanyalah..ikhlas.

Kita semua mengenang. Setiap hari. Kita semua memelihara kenangan. Sepanjang hidup. Meski kita samasama tahu, tidak ada kenangan yang berulang. Maka apa menyesalinya akan membuat kenangan itu berulang? Menangisinya, mengutuknya, berpatah karenanya, itu akan mengembalikan keadaan? Tidak. Akan. Pernah.

jangan sampai hanya karema kenangan yang memenjara, gajah dipelupuk mata tak terlihat, sementara semut diujung samudera terlihat. Nanti ketika sadar, menyesalnya berlipatganda.

Mengenanglah, dan berterimakasihlah atas kesempatan menciptakan kenangan baru untuk masa depan di masa sekarang ini. Syukuri mereka yang menjadi bagian didalamnya, karena kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan hilangkan dan menjadikan mereka hanya kenangan juga.

Kita ini bagian dari kenangan yang terus menciptakan kenangan. Kita cuma berpindah dari satu kenangan ke kenangan lain. Maka seharusnya ketika mengenang, kita hanya seperti memutar rekaman perjalanan. Cuma rindu yang boleh ada, bukan sesal, apalagi pilu.

Mengenanglah ;)

(via utyyness)

Source: crescenthemum

  • 1 week ago > crescenthemum
  • 63
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh
Sementara - Float
    • #Float
    • #sementara
    • #3 hari untuk selamanya
  • 1 week ago
  • 1
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
'\x3ciframe width=\x22500\x22 height=\x22281\x22 src=\x22http://www.youtube.com/embed/euOJkb0U8vE?wmode=transparent\x26autohide=1\x26egm=0\x26hd=1\x26iv_load_policy=3\x26modestbranding=1\x26rel=0\x26showinfo=0\x26showsearch=0\x22 frameborder=\x220\x22 allowfullscreen\x3e\x3c/iframe\x3e'

Before Midnight - Official Trailer

Before Sunrise, Before Sunset, and now Before Midnight? :”)

Source: youtube.com

  • 1 week ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
chibird:

They’re your favorite kind! ;D Hope they cheer you up.
View Separately

chibird:

They’re your favorite kind! ;D Hope they cheer you up.

  • 1 week ago > chibird
  • 4189
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Alhamdulillah :)
Pop-upView Separately

Alhamdulillah :)

  • 2 weeks ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

You can actually feel it.

You can actually tell and feel when you’re starting to fade away from someone. The conversations get shorter, they get less meaningful, less exciting. You can feel the wall that’s coming up between you two. And then in the end, you’re back to being strangers.

(via twobrokenpieces)

Source: annnamazing

  • 2 weeks ago > annnamazing
  • 12317
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Cerita dari Atas Awan

Awalnya dari satu postingan Ajron di grup Facebook SKPM 47 yang ngajak kami naik gunung buat refreshing setelah UTS akhirnya saya, yang sepenuhnya sadar diri atas ke-impulsif-an saya, mendaftarkan diri untuk ikut. Bermodalkan peralatan naik gunung pinjeman, nasihat-nasihat dari temen-temen yang pernah naik gunung, dan persiapan yang dibantu banyak banget sama Dinna, saya pun akhirnya berhasil menjejakkan kaki di atas awan.

Perjalanan panjang menuju puncak Gunung Pangrango dimulai hari Jumat, berangkat jam 9 dari kampus naik truk. Sampe di Cibodas jam 11, saya dan teman-teman tidur di barak sekalian ngumpulin energi buat perjalanan lanjutan ke pos teratas, yaitu pos Kandang Badak besok paginya.

image

Jam 6, kami semua udah siap sedia melawan dinginnya Cibodas untuk naik. Selesai semua perizinan, kami mulai naik ngikutin jalur yang udah ada. Jalur Cibodas-Kandang Badak emang bisa dibilang udah bagus, ada tangga-tangga dan batu-batunya terus juga lebar muat 3 orang bersisian. Jalannya juga nggak terjal-terjal banget, pokoknya awal-awal naik masih bahagia lah. Masih bisa becandaan, nyanyi-nyanyi, liat pemandangan, apalagi abis lewat pos Telaga Biru yang nggak ada biru-birunya sama sekali ada jembatan kayu yang viewnya langsung ke puncak gunung. Wih, bikin semangat banget lah pengen cepet sampe atas sana.

image

Sampe di pos Air Panas, tenaga udah abis dan jalan udah nggak ada yang landai lagi. Sampe di pos Kandang Batu, hujan turun akhirnya kami istirahat lumayan lama. Dari pos Kandang Batu ke Kandang Badak sebenernya deket, tapi karena udah capek dan bosen juga sama tracknya jadi rasanya kayak ga sampe-sampe. Lamaaaaaaa banget! Untung pas kami naik lagi rame juga sama pendaki lain, jadi sepanjang jalan ada aja yang nyemangatin malah sempet ketemu yang jualan nasi uduk juga, niat banget ya jualan aja sampe jalan sejauh itu.

Akhirnya setelah 8 jam jalan kaki dari Cibodas, sampe juga di pos Kandang Badak jam 2 siang. Sampe di sana saya langsung ngegeletak tidur di samping Gita, ga peduli lagi sama sepatu sama jaket sama baju sama carrier, pokoknya capek!
Jam 3 dibangunin dan disuruh pindah ke tenda yang udah disiapin, abis itu saya makan siang sama kelompok saya yang terdiri dari Bram, Cuga, Imam, Demy, Vivi, dan Wulan. Menunya siang itu mie rebus pake kentang dan sawi, nikmat banget lah capek-capek, dingin-dingin, makan mie rebus! Hahaha

image

image

image


Kandang Badak rame banget pas itu, maklum sih ya kan hari Sabtu.

image

image

Abis makan saya ganti baju terus tidur lagi, jam 7 dibangunin lagi buat briefing sebentar soal teknis pendakian summit besok subuhnya, abis itu yang lain makan, saya minum-minum dikit terus tidur lagi.

Besok subuhnya jam 3, kami udah siap sedia mau naik summit. Saya cuma bawa tas kamera+jaket gunung-nya Dewa+satu snickers buat kalo laper di jalan. Jalur pendakian ke puncak ini lebih parah dari jalur Cibodas-Kandang Badak, jalurnya sempit cuma bisa dilewatin 1 orang dan juga terjal, licin karena abis ujan dan banyak pohon tumbang yang ngehalangin jalannya. Apalagi semakin tinggi juga semakin sedikit oksigen, jadi gampang capek.

Rencana awal yang 2 jam sampe di puncak akhirnya molor jadi 4 jam, gagal deh dapetin sunrise di atas awan :(
Malahan di tengah jalan saya sempet mikir buat nyerah aja, ga kuat lagi naik ke atas yang kayaknya udah deket tapi ga sampe-sampe. Untungnya ada Imam di depan saya yang siap sedia banget narik-narik saya, ada Cuga juga yang selalu ngedorong saya dari belakang kalo jalan saya udah mulai kayak layangan singit, makasih yaa :)

Pas saya udah capeeeeeeeeeek banget sampe mau nangis aja saking capeknya, tau-tau ada Ferdi sama Jae di depan saya, kata mereka ini tanjakan terakhir sebelum puncak, saya yang udah muak diboongin terus sama kata-kata ‘puncak udah deket’ awalnya ga percaya, tapi ngeliat muka Ferdi dan Jae yang serius akhirnya saya percaya, dan emang bener ternyata! Abis tanjakan terjal itu, jalannya landai dan ga lama kemudian saya sampe di puncak Pangrango.

image

Pemandangan puncak Gunung Gede dari puncak Gunung Pangrango


Bahagia banget saya akhirnya sampe di puncak Gunung Pangrango, 3019mdpl! Dari yang awalnya mau nangis banget karena capek, langsung speechless terus 5 menit kemudian baru teriak2 kesenengan haha abis itu langsung ditarik buat foto bareng geng hopeless (yang meskipun hopeless+lemes, akhirnya sampe juga ke puncak)

image

Dinna, saya, Oji

image
Jengjengers!

image

Puas foto-foto di puncak, akhirnya saya sama Oji dan Vivi lanjut ke Mandalawangi. Mandalawangi ini salah satu dari 2 alun-alun atau lapangan luas yang ada di Taman Nasional Gede Pangrango, satunya lagi namanya alun-alun Suryakencana tapi karena beda rute jadi saya ga lewat Suryakencana. Mandalawangi, atau Lembah Kasih, ini tempat ditebarnya abu Soe Hok Gie loh. Cocok sih ngeliat suasananya yang tenang banget gitu. Di Mandalawangi juga banyak edelweiss, sayangnya kemarin bukan musim edelweiss berbunga jadi cuma bisa liat sedikit bunga-bunga abadi ini.

image

image

image

Edelweiss terhampar sejauh mata memandang


Terus kami juga ga sengaja ketemu sama kakak-kakak KSHE 45 dan 46, mereka cerita kalo mereka camping di sana dan kalo malem bagus banget banyak bintangnya. Kebayang sih, karena siangnya pun langit di sana bagus banget, luaaaas banget rasanya bikin lega :”)

image

image

Abis itu kami foto-foto lagi, ngegangguin Imam yang tidur siang dan Argo yang sibuk cari inspirasi buat bikin puisi, terus jam 10 akhirnya Fuad nyuruh turun ke Kandang Badak supaya nggak kesorean pulangnya.


Ga disangka, ternyata di perjalanan turun ke tenda itu hujan lumayan deres. Untungnya Bram ngebawain jas ujan saya dan Vivi jadi kami ga basah-basah banget, tapi gara-gara ujan juga rute yang emang udah ekstrem jadi nambah ekstrem karena licin dan akibatnya saya 2 kali kepleset haha
Perjalanan turun ini lebih cepet, cuma 2 jam karena kami sambil setengah lari dan ga pake istirahat kayak waktu naiknya.

Sampe di Kandang Badak ujannya tambah deres, karena tenda saya bocor jadi akhirnya saya terpaksa langsung packing+pindahin barang2 ke tenda gede. Abis makan siang di tenda gede, bantuin temen-temen yang lain beres-beres, saya siap-siap buat turun ke Cibodas. Jam 3 sore, dengan hujan deras yang masih setia nemenin, kami serombongan mulai turun. Estimasinya sih paling lambat jam 8 malem kami udah harus sampe di Cibodas.

Sama ceritanya kayak perjalanan naik, awal-awalnya masih seru masih bisa becanda-becanda, sampe di pos Air Panas masih sempet nyoba celupin kaki yang udah agak capek juga, sampe di pos sebelum Cibeureum itu tenaga mulai abis dan carrier 40L yang saya bawa mulai kerasa lebih berat. Akhirnya dari pos Cibeureum saya dikawal sama Demy dan Buntal, kami jalan bertiga iring-iringan bermodalkan 2 senter di jalan yang gelap banget dan kayaknya ga berujung itu. Bodohnya, waktu turun itu saya pake sendal gunung kegedean pinjeman dari Adhrid akibatnya sepanjang perjalanan turun itu kaki saya kedinginan dan licin.

Sampe di pos Telaga Biru, kami bertiga udah capek banget dan bekal minuman juga udah abis akhirnya Buntal sama Demy minum air dari pinggir telaga, saya juga haus tapi saya nggak mau minum karena airnya kotor mirip genangan gitu. Untung lah pas kami istirahat di pos berikutnya, ada bapak-bapak baik banget ngasih minumannya ke saya. Saya, Demy, dan Buntal akhirnya melanjutkan perjalanan kami, kepisah sama rombongan yang lain karena kami pengen cepet-cepet sampe di Cibodas. Sempet berantem juga di tengah jalan gara-gara Demy yang bilang “Sedikit lagi kita sampe kok..” mulu padahal jelas-jelas masih jauh, Buntal pun sebel sama sang idola Melody JKT48 karena alarm suara Melody di hpnya yang bunyi ga berhenti-berhenti, saya juga sampe nangis karena capek banget dan kedinginan banget. Absurd abis lah perjalanan turun kami bertiga hahaha

Akhirnya, setelah perjalanan 5 jam yang absurd bonus bahu dan betis ngilu, kami bertiga sampe di Cibodas jam setengah 8. Di pos paling bawah udah rame sama pendaki lain yang juga lagi istirahat setelah perjalanan turun, kami teriak-teriak manggil yang lain tapi nggak ada yang jawab, akhirnya kami sadar kalo kami termasuk yang pertama sampe di sana. Buntal kemudian dengan baiknya, ngebuka matrasnya dan nyuruh saya dan Demy duduk di atas matras. Nggak lama kemudian dateng Ferdi dan yang lain, ada yang ngasih saya teh manis anget juga cuma saking capeknya saya jadi skip siapa yang ngasih. Di pos terakhir saya nyalain hp dan akhirnya ada sinyal, buru-buru saya kabarin mama sama papa dan temen-temen lain yang khawatir karena saya bener-bener nggak bisa dihubungi 3 hari itu.

Jam 9 akhirnya kami lengkap semua dan langsung turun ke parkiran dan istirahat di warung-warung. Di sana saya baru sadar, saya kedinginan banget gara-gara baju dan jaket saya basah semua akhirnya saya ganti baju dan mas Widi minjemin saya jaketnya. Jam 11 baru truk kami dateng dan membawa kami pulang ke Bogor dengan damai.

Alhamdulillah, akhirnya satu mimpi sudah saya taklukan. Satu puncak gunung, mungkin satu dari sekian yang akan datang. Meskipun capeknya luar biasa, pulangnya saya sakit 2 hari, meskipun kaki dan bahu biru-biru, telapak kaki lecet-lecet, dan biaya laundry membengkak tapi semuanya sebanding dengan perasaan saya waktu ada di puncak Pangrango dan Mandalawangi. It was….surreal. In a good way.

image

image

Terima kasih banyak untuk teman-teman seperjalanan khususnya Kelompok 3 yang sabaaaar banget mendampingi saya meskipun saya lelet, cepet capek, dan bawel, untuk panitia Simpul Mati, untuk Dinna yang udah bantuin saya packing dan persiapin mental alias tidur siang, untuk Asfi, Adhrid, Dewa, Dita, dan Koyo yang udah minjemin saya perlengkapan-perlengkapannya dan ngasih saran-saran berharga, untuk temen-temen KPM 47 yang udah support saya sebelum naik gunung dengan cerita horornya , untuk mama yang akhirnya mengizinkan anaknya yang super-impulsif ini untuk naik gunung, buat Buntal sama Demy juga deh yang sama-sama absurd (akhirnya nanti bisa cerita ke anak cucu ya kalo udah berhasil naik sampe ke puncak gunung?) hahaha terima kasih banyak semuanya! Semoga kita bisa sama-sama lagi di perjalanan ke atas awan-atas awan lainnya :”)

image

    • #writings
    • #Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
    • #mountain hiking
    • #edelweiss
    • #clouds
  • 2 weeks ago
  • 5
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

A Little Note of Gratitude

Terima kasih banyak, saya nggak tau lagi harus bilang apa hari ini selain terima kasih dan alhamdulillah.

Terima kasih untuk kabar baiknya (9 dari 15 Youth Advisory Panel-nya UNFPA Indonesia periode 2013-2015 adalah anggota #TeamVO, termasuk saya! Yay!!!). Bahagianya ngalahin makan mie kari ditambah telur kornet dan keju di Tampomas bareng temen-temen SMA di malam hujan gerimis, meskipun nggak akan pernah nolak juga kalo diajakin yang satu itu sih.

Terima kasih untuk Iron Man 3-nya, Landscapers! Terima kasih udah ngebolehin saya nyusup ngegangguin kalian, untuk ketawa ketiwi sepanjang perjalanannya, untuk lomba makan cepatnya, untuk cerita-cerita dan gosip konyolnya hahaha kapan-kapan ajak lagi ya :)

Terima kasih mama, udah ngertiin anaknya yang satu ini impulsif setengah mati. Nungguin di ruang depan sampe anaknya tiba dengan selamat di rumah setelah maksa pulang naik kereta terakhir dari Bogor jam 22.45 tadi.

Terima kasih Hasdevi Agrippina Dradjat, nggak ngerti lagi gue harus bilang apa. You’re my soul-sister! Semoga cosmic coincidence kita malem ini segera jadi kenyataan ya, amin :) Semoga kita bisa tetep sahabatan, nyampah-nyampahan, gosip-gosip nggak jelas, sampe tuaaaaa banget hihihi

Terima kasih buat semuanya yang udah ngasih selamat, duh rasanya kayak saya ulang tahun lagi deh! Hahaha

Yang terakhir, terima kasih Tuhan. Untuk hari ini. Untuk semuanya. Semoga besok saya bisa jadi orang yang lebih baik lagi dan semakin menghargai apapun yang ada di hidup saya. Amin.

Alhamdulillah.

    • #writings
    • #UNFPA
    • #Youth Advisory Panel
  • 2 weeks ago
  • 2
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
'\x3cspan id=\x22audio_player_49371349893\x22\x3e\x3cdiv class=\x22audio_player\x22\x3e\x3ciframe class=\x22tumblr_audio_player tumblr_audio_player_49371349893\x22 src=\x22http://amakusadiba.tumblr.com/post/49371349893/audio_player_iframe/amakusadiba/tumblr_mhlhz0myKX1rz6izy?audio_file=http%3A%2F%2Fwww.tumblr.com%2Faudio_file%2Famakusadiba%2F49371349893%2Ftumblr_mhlhz0myKX1rz6izy\x26color=white\x26simple=1\x22 frameborder=\x220\x22 allowtransparency=\x22true\x22 scrolling=\x22no\x22 width=\x22207\x22 height=\x2227\x22\x3e\x3c/iframe\x3e\x3c/div\x3e\x3c/span\x3e'
  • 203 Plays
  • Puisi Cahaya BulanNicholas Saputra

callmeisadora:

SEBUAH TANYA

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

 

Soe Hok Gie

Selasa, 1 April 1969 

Puisi jadul yang dikasih seseorang yang berarti buat gue pas SMA, orang yang suka banget naik gunung, benar-benar membuat gue penasaran seperti apa bentuknya lembah mandalawangi itu?

Daridulu gue punya keinginan tinggi untuk menginjakkan kaki ini di lembah mandalawangi, melihat bunga edelweis yang bermekaran..

Lucunya makna puisi ini tetap mengena ya kapan pun di putar, walaupun masa dan subjek di hati gue udah berganti 

baru seminggu yang lalu, menjejakkan kaki di Mandalawangi :”)

Source: nawangmegaa

  • 2 weeks ago > nawangmegaa
  • 34
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Dan sekarang semua rasa sudah gila,
dan gilapun merasakan punya jiwa.

Sssst… - SORE

Currently my most favorite song. I’ve been listening to it, like 50 times today. So good!

Source: SoundCloud / SRMbands

    • #sore band
    • #ssst..
  • 2 weeks ago
  • 1
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
chibird:

But you can still take pride in yourself and your derpiness. :D
View Separately

chibird:

But you can still take pride in yourself and your derpiness. :D

  • 3 weeks ago > chibird
  • 5500
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Page 1 of 40
← Newer • Older →

About

Avatar Just click that little About Me button below!

Pages

  • About Me
  • From My Kitchen
  • Journals

Twitter

loading tweets…

Top

  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union